Ringkasan Materi Muhadarah Bahasa Bersama Syaikh Ahmad Ishom 

Judul            : أثر اللغة العربية في بناء الشخصية المسلمة (Pengaruh Bahasa Arab dalam Membangun Kepribadian Muslim)
Pemateri         : Syaikh Ahmad Ishom Abdul Jayyid Attamadi, MA
Jabatan          : Pengajar Qiro'at dan Lahjah Bahasa Arab dan Ilmu Al-Qur'an di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir
Penerjemah       : Ustadz Rizki Akhri Januar
Acara            : Muhadarah Bahasa Pondok Pesantren Attaqwa Putri
Hari/Tanggal     : Sabtu, 7 September 2019

1.  Tugas kita memindahkan bahasa arab dari sekedar tulisan di buku ke lisan kita sehari-hari, ke setiap tempat seperti kantin, sekolah, rumah sakit, bahkan kalau bisa TV, Radio dll.

2.  Bahasa arab mampu membawa kalam Allah Al-Qur’an, maka tentu mesti hanya sekedar membawa/menjadi bahasa pengantar Geografi, Fisika, Kedokteran dll sangat sangat bisa.

3.  Ada Arab asli ada Arab musta’ribah ada Arab yang memang benar-benar Arab kaya pada zaman Nabi Ibrahim itu nggak ada Suku Arab kecuali di Yaman, setelah pecah bendungan Saddul Ma’arib itu tanaman-tanaman yang subur di Yaman itu berubah jadi pohon sidir, pohon bidara, baru pada saat itu Suku Arab asli keluar dari Yaman dan menyebar negara-negara yang memang tidak bicara bahasa Arab, negara-negara yang berbicara bahasa Arab disebut negeri Arab Adapun Arab yang di arabkan, negara yang tidak negara yang berbicara penduduknya bahasa Arab juga disebut negeri Arab.

Iraq menjadi negeri Arab ketika Saad bin Abi waqqash menembus Persia kemudian para masyarakat setempat banyak yang menikah dengan para sahabat dan jadilah mereka berbicara bahasa Arab Banyak masyarakat mereka maka disebut juga negeri Arab. Iran, Afghanistan dan demikian Rusia juga tidak dikatakan sebagai negeri Arab Akan tetapi karena penduduknya berbicara bahasa Arab maka ia disebut dengan negeri Arab.

Demikian Mesir, Mesir adalah asli suku qibthi, akan tetapi ketika ‘Amru bin ‘āsh masuk ke sana pada tahun 20 Hijriyah dan kemudian para sahabat banyak yang menikah dengan masyarakat sana jadilah Mesir sampai pada saat ini berbicara dengan bahasa Arab maka Mesir juga termasuk kepada negeri Arab.

Adapun Palestina, ada di sana memang Suku Arab asli dari keturunan ‘Adnan, dari Nabi Ismā’iil ‘Alayhissalām yang menikah dengan salah satu anak Kepala Suku Jurhum. Termasuk Yordania, Lebanon, Siria ini juga tidak termasuk negeri Arab akan tetapi ketika Abu Ubaidah Bin jarrah dan Khalid bin Walid melakukan penembusan negeri syam, yang kemudian Banyak masyarakat sana yang menikah dengan para sahabat, maka berbicaralah penduduk negara itu dengan bahasa Arab, maka negara2 tersebut juga termasuk pada negeri Arab.

Termasuk Tunis, Jazā’ir, Maroko, ketiga negara ini asli suku Barbar. Akan tetapi, karena banyak berbaur dengan sahabat menikah dan sebagainya yang kemudian akhirnya juga berbicara pada bahasa Arab masyarakatnya maka negara-negara tersebut juga termasuk pada negeri Arab.

Sebab lemahnya bahasa arab :

1. Sugesti dalam kepala sudah berkata _” Bahasa arab itu sulit “_

2. Tidak bangga dan tidak tertarik dengan bahasa arab karena bahasa yang dimunculkan di tempat umum seperti lebih banyak bahasa inggris, sehingga berpendapat bahwa belajar bahasa arab tidak akan terpakai di kehidupan sehari-hari

3. Bangga dan senang menggunakan bahasa daerah yang berlebih sehingga tidak mau menggunakan bahasa arab dalam keseharian.

Kalau negara-negara yang awal nya tidak berbahasa arab kemudian berubah drastis bahkan menjadi bangsa arab, maka sepatut nya Indonesia dengan masyarakatnya yang mayoritas memeluk agama Islam lebih berhak menjadikan bahasa arab adalah bahasa keseharian.

Ditulis Oleh Ustadz Rizki Akhri Januar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *