Pentingnya Menuntut Ilmu Oleh Syeikh Dr. Sa’ad Sa’id Ahmad Abduh 

Ringkasan Materi

Pentingnya Menuntut Ilmu
Oleh Syeikh Dr. Sa’ad Sa’id Ahmad Abduh 

Rasulullah SAW Bersabda, “Sesungguhnya orang yang dapat dimuliakan adalah orang yang berilmu, orang yang sering berinfaq, dan orang yang syahid”. Menuntut ilmu bukan hanya untuk belajar, tetapi sampai kepada kebaikan sehingga Allah akan memberikan keberkahan jika kita tidak sampai dengan kebenaran. Seperti dalam kisah Sahabat yang bertanya ke Rasulullah. “Kenapa ada orang berilmu yang pertama kali ditarik ke dalam neraka?”. Rasul menjawab, “Kamu menggunakan ilmu untuk apa? Karena kamu belajar bukan karena Allah. Namun, kamu belajar agar disebut orang yang alim”

Syeikh Sa’ad Sa’id Ahmad Abduh mengungkapkan ada 2 cara agar kita sampai dengan tujuan ilmu:
1. Adab yang melekat pada penuntut ilmu
2. Pelajaran dan pendidikan (ilmu) tanpa ada kesalahan syariat

Adab kepada seorang ulama
Menghormati orang alim, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya darah kalian (alim ulama) itu haram dijualbelikan, seperti halnya tanah Mekah dan Madinah.” Dengan demikian, apabila seorang ulama berbicara maka harus diikuti dan seorang alim harus dihormati. Kita wajib menghormati orang alim, tapi tidak boleh mengkultuskannya, karena semua orang pasti bersalah, tidak ada satupun yang terjaga (ma’shum) selain Rasulullah.

Seorang alim atau siapapun harus memperhatikan 3 hal:
1. Orang yang berilmu yang tidak boleh mengambil hak orang lain.
2. Seorang ulama harus dihargai dan dihormati.
3. Menasihati orang lain yang melenceng dari ilmu agama.

Sebagai santri kita diperintahkan untuk belajar dengan siapa saja dan kapan saja Syeikh Sa’ad Sa’id Ahmad Abduh berpesan hendaknya kita seperti lebah yang pergi dan hinggap ke bunga-bunga (orang yang berilmu) dan mengambil saripati (ilmu) yang baik dan bermanfaat.

Beliau juga menambahkan bahwa mendidik anak perempuan itu sulit. Seperti hadis yang berbunyi, “Barang siapa yang diberikan 3 anak perempuan dengan sebaik-baiknya sehingga anaknya berilmu dan beradab. Maka orang yang merawatnya akan diharamkan dari api Neraka Jahannam. Kemudian, sahabat bertanya “bagaimana jika aku hanya mempunyai 2 atau 1 anak perempuan?”. Rasul menjawab, “jika kau mendidik anak perempuanmu dengan sebaik-baiknya hingga menjadi perempuan yang berilmu dan beradab. Maka Allah mengharamkan neraka untukmu”

Kenapa mendidik anak perempuan sulit?
1. Karena “al-ummu madrosatul uula”. Apabila seorang ibu (perempuan) tidak dididik dengan sebaik-baiknya. Maka seorang ibu tidak akan melahirkan generasi yang berpendidikan.
2. Jika seseorang menginkan keutuhan dalam keluarga. Maka yang harus diperhatikan adalah anak perempuannya. Mendidik anak perempuan harus benar karena perempuan merupakan permata. Jika permata hilang/rusak maka harga diri keluarga akan rusak pula.
Oleh karena itu, bagi siapa saja yang memiliki anak perempuan. Maka ia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendidiknya.

Penerjemah : Al Fathan, BS, MITC
Peringkas : Fauziyah ( Santri Kelas 5)
Editor : MM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *