Mengintegritaskan Intelektualitas dan Spritualitas Santri Melalui MTQ PPAWATI 1441 H

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ponpes Attaqwa Putri kembali digelar selama 4 hari, 11-14 Desember 2019 yang dilaksanakan di 3 titik lokasi yaitu masjid, aula baru, dan gedung KH Noer Alie dan dibuka secara resmi di kamis (12/11) oleh Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putri Ustadzah. Hj. Atiqoh Noer, MA di masjid Al-Baqiyatussolihat.

Ustazah. Hj. Atiqoh Noer, MA memberikan sambutan dalam pembukaan MTQ PPAWATI

Dalam sambutan pembukaannya, beliau mengatakan bahwa tujuan MTQ PPAWATI tahun ini untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap konsulat dan mencari bibit unggul dari masing-masing konsulat yang akan diikutsertakan dalam perlombaan musabaqoh di luar pesantren. Beliau juga mengungkapkan, seperti musabaqoh tahun sebelumnya terdapat lomba unggulan yakni tahfiz quran, hadist dan qiroatul kutub. Menutup sambutan musabaqoh, Ustadzah. Hj. Atiqoh Noer, MA berharap kepada ketua konsulat agar senantiasa memantau anggotanya untuk berpartisipasi serta memberikan semangat tanpa memandang konsulat yang lain.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ustadzah. Sa’adatul Mukriyah, S.Sos selaku Steering comittee MTQ 2019, “Mengusung tema mengintegrasikan intelektualitas dengan spritualitas santri melalui MTQ menuju Baldatun Thoyuibatun Ghofur kegiatan MTQ tahun ini diharapkan dapat melahirkan santri yang unggul dalam bidang seni, olahraga, ilmiah, dan spiritual”, ucapnya.

Steering comitte juga menambahkan bahwa ada terobosan baru dalam MTQ tahun ini yaitu memasukan cabang perlombaan dari kegiatan ekskul seperti story telling bahasa korea, kolaborasi puisi, dan musik (paduan suara dan musik), dan paskibra. “Tambahan cabang lomba ini berdasarkan hasil evaluasi para dewan guru, ketiga cabang olahraga tersebut biasanya hanya diperlombakan pada perlombaan tingkat OSIS (PPAWATI), namun pada tahun ini ketiga kegiatan ekskul tersebut dilombakan pada MTQ yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Attaqwa Putri”, imbuh Ustazah yang kerap disapa Bu Adun.

Selain memasukan cabang perlombaan dari kegiatan ekskul. Pada MTQ tahun ini, untuk mengefisiensikan waktu dan mengkondisikan para santri agar mengikuti lomba inti secara maksimal maka perlombaan seni dan olahraga  dilaksanakan satu hari sebelum pembukaan karena padatnya acara (PAS selama tiga minggu, remedial) sehingga para peserta hanya mempersiapkan perlombaan selama tiga hari.

Pada MTQ tahun ini beliau juga berharap semua cabang lomba menjadi lomba unggulan. Akan tetapi, ada materi perlombaan yang selalu dipertahankan dan terunggul yaitu tahfizul hadis, tahfiz quran, dan qiroatul kutub. Ketiga meteri perlombaan tersebut merupakan target unggulan yang telah ditetapkan oleh Pondok karena Ponpes Attaqwa Putri akan terus mempertahankan eksistensi dan kualitas dalam ketiga materi tersebut, terutama materi lomba qiroatul kutub yang telah menjadi ciri khas Attaqwa. Ponpes juga memberikan apresiasi kepada para pemenang 3 materi perlombaan di atas selain piala dan sertifikat yaitu memberikan beasiswa yang dikondisikan berdasarkan keputusan Pimpinan Pondok dan TU Pondok. Hal itu dilakukan untuk menghargai kerja keras para peserta dan memotivasi santri lain agar turut aktif dalam mengikuti 3 materi perlombaan unggulan tersebut.

MTQ tahun ini juga memiliki perbedaan dibanding MTQ tahun-tahun sebelumnya karena panitia MTQ memberikan ustazah pembimbing kepada para peserta 3 materi perlombaan unggulan tersebut agar para peserta fokus dalam pendalaman materi lomba yang mereka ikuti. Beliau juga berharap, dengan adanya pembimbing untuk 3 materi lomba tersebut, Ponpes Attaqwa Putri dapat melahirkan bibit unggul yang berkualitas yang akan dibutuhkan untuk mewakili Ponpes dalam lomba tingkat kabupaten, Provinsi, dan Nasional.

Ajang MTQ yang diketuai oleh Pajriyana Utama (PTA 3) yang dibantu oleh Izzza Ma’rifah sebagai sekretaris mengadakan 29 materi perlombaan yaitu badminton, paskibra, memanah, kerajinan tangan, catur, memasak, kaligrafi, melukis, cerdas cermat, volley, teknologi informatika, tahfizul qur’an, tahfizul hadist, tilawatil qur’an, qiro’atul kutub, musikalisasi puisi dan paduan suara, pidato bahasa arab, inggris, dan indonesia, story telling bahasa inggris dan korea, debat bahasa inggris, tamsiliyah bahasa arab, puisi bahasa arab, kolaborasi sholawat dan rawi, penelitian ilmiah,karya ilmiah, syahril qur’an, dan qosidah dengan dewan juri yang berasal dari dewan guru di lingkungan Ponpes Attaqwa Putri yang profesional di bidang materi perlombaan serta guru-guru yang mengajar ekskul.

Konsulat IPAKABA berjalan menuju Pimpon untuk menyerahkan bendera konsulat saat parade pembukaan MTQ

Peserta MTQ 2019 diikuti oleh seluruh santri yang dikelompokan berdasarkan zonasi (Konsulat), terdapat 7 konsulat yaitu: 1) USA meliputi wilayah Ujung Harapan dan sekitarnya; 2) IPAKABA meliputi Kebalen, Kecamatan Babelan, Cabang Bungin; 3)IPAKCP meliputi Cakung, Pondok Kelapa, dan wilayah yang berada di sekitar Jakarta Timur; 4) IPAJAYA meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan wilayah yang berada di luar pulau Jawa; 5) IPAKBB, meliputi wilayah di sekitar Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bantar Bebang, hingga perbatasan Kabupaten Bogor; 6) IPATALA meliputi wilayah Cikarang dan wilayah di jalur PANTURA; 7) IPAKK, meliputi wilayah Pondok Ungu, Penggarutan, PUP, Bogor Sero hingga Tarumajaya. Para peserta MTQ dipilih atas rekomendasi para ketua konsulat yang berdasarkan kualitas dan skill di masing-masing bidang olahraga, seni, ilmiah (materi pelajaran umun, tahfiz Al-Qur’an, tahfiz hadist,Qiroatul kutub, dll).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *