5 Keistimewaan Umat Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

Oleh: Badrina Alfi, Lc., M.Ag

Segala sesuatu, baik ruang dan waktu, itu memiliki keistimewaan. Dari seluruh tempat yang ada di permukaan bumi ini, ada wilayah yang istimewa yakni Makkah Al-Mukarramah. Dari wilayah Makkah Al-Mukarramah, ada bagian tertentu yang sangat istimewa yakni Masjidil Haram. Di Masjidil Haram ini, ada bagian tertentu yang paling istimewa lagi yakni Ka’bah Al-Musyarrafah. Ka’bah inilah yang menjadikan Makkah Al-Mukarramah menjadi penting bagi kita semua.

Dari rangkaian 24 jam dalam sehari, ada waktu yang sangat istimewa yakni pada sepertiga malam terakhir. Di saat itulah waktu istimewa dan mustajab bagi kita untuk memanjatkan doa-doa dan pinta kepada Allah SWT.

Dari 12 bulan dalam setahun, ada bulan yang sangat istimewa yakni bulan suci Ramadhan. Ramadhan ada untuk Muhammad SAW. Puasa ada untuk umat terdahulu, tetapi spesial Ramadhan hanya untuk umat Islam.

Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan petikan ayat, “Kalian adalah umat terbaik,” yang diungkap dalam Surat Ali ‘Imran ayat 110. Secara umum, ayat itu jelas ditujukan kepada umat Rasulullah SAW. Ayat di atas dikuatkan dengan sabda Rasulullah SAW: (وَجُعِلَتْ أُمَّتِي خَيْرَ الأُمَم) “Umatku dijadikan sebagai umat terbaik, (HR Ahmad).”

Dalam kitab Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyyah karya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hassani menjelaskan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, menerangkan tentang 5 keistimewaan yang Allah swt berikan kepada umat Muhammad saw pada bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضاَنَ خَمْسَ خِصَالٍ ، لَمْ تُعْطَهَا أُمَّةٌ مِنَ الأُمَمِ قَبْلَهَا : خُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ ، وَتَسْتَغْفرُ لَهُمْ اْلمَلاَئِكَةُ حَتىَّ يُفْطِرُوْا ، وَيُزَيِّنُ اللهُ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ وَيَقُوْلُ : يُوْشِكُ عِبَادِيْ الصَّالِحُوْنَ أَنْ يُلْقُوْا عَنْهُمْ اْلمؤوْنَةَ وَاْلأَذَى وَيَصِيْرُوْا إِلَيْكَ ، وَتُصْفَدُ فِيْهِ مَرَدَّةُ الشَّياَطِيْنِ ، فَلاَ يُخْلِصُوْنَ فِيْهِ إِلَى مَا كاَنُوْا يُخْلِصُوْنَ فِي غَيْرِهِ ، وَيُغْفَرُ لَهُمْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ » ، قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ : أَهِيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ ؟ ، قَالَ : « لاَ ، وَلَكِنَّ اْلعَامِلَ يُوَفَّى أَجْرُهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ ». رواه الإمام أحمد

  1. (خُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ )

Artinya: “Bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih baik dari pada minyak misik.”

Bau mulut yang tak sedap itu sesungguhnya memiliki hikmah tertentu. Dengan bau seperti itu orang yang berpuasa akan cenderung lebih banyak diam dari pada bicara yang tidak perlu. Maka dengan bau tak sedap seperti itu orang-orang berpuasa diharapkan dapat menyadari keadaanya sehingga bisa menjaga mulutnya dengan baik dari kata-kata kotor, misalnya dengan memperbanyak tadarus Al-Qur’an, membaca dzikir, istighfar, shalawat dan sebagainya. Dengan memperbanyak ibadah lisan seperti di atas, di akhirat kelak Allah akan membalas orang yang berpuasa dengan bau wangi di mulutnya yang mengalahkan wangi minyak misik.

 

  1. (وَتَسْتَغْفرُ لَهُمْ اْلمَلاَئِكَةُ حَتىَّ يُفْطِرُوْا)

Artinya: “Para Malaikat akan memintakan ampunan untuk orang yang berpuasa hingga berbuka.”

Di bulan Ramadhan terdapat anugerah yang luar biasa, para malaikat mendoakan orang-orang yang berpuasa secara terus menerus dari saat imsak hingga berbuka, memintakan ampunan kepada Allah agar orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya.

Sebagaimana diketahui bahwa malaikat adalah makhluk yang tak kenal maksiat sehingga doa-doanya mudah dikabulkan.  Ini merupakan keuntungan besar karena terkadang manusia itu sendiri merasa was was apakah istighfar mereka diterima Allah atau tidak, karena faktanya manusia sering megulang kesalahan yang sama.

  1. (وَيُزَيِّنُ اللهُ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ وَيَقُوْلُ : يُوْشِكُ عِبَادِيْ الصَّالِحُوْنَ أَنْ يُلْقُوْا عَنْهُمْ اْلمؤوْنَةَ وَاْلأَذَى وَيَصِيْرُوْا إِلَيْكَ)

Artinya: “Setiap hari di bulan Ramadhan Allah memperindah surga untuk orang-orang yang berpuasa. Kemudian Allah berfirman: “Para hamba-Ku yang melakukan puasa hampir menemukan hasil dan jerih payahnya hingga sampai kepadamu (wahai surga).”

Kalimat di atas mengandung arti bahwa tak ada balasan bagi orang-orang berpuasa kecuali surga, dan Allah sendiri yang akan menghiasai surga dengan indahnya untuk menyambut para hamba-Nya yang berpuasa. Ini menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki nilai spiritualitas yang sangat tinggi

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

 

  1. (وَتُصْفَدُ فِيْهِ مَرَدَّةُ الشَّياَطِيْنِ ، فَلاَ يُخْلِصُوْنَ فِيْهِ إِلَى مَا كاَنُوْا يُخْلِصُوْنَ فِي غَيْرِهِ)

Artinya: “Di bulan ini para setan dibelenggu yang semuanya tidak bisa lepas seperti di bulan lainnya.”

Menurut Ibnu Baththal dalam kitabnya Syarhu Shahih al-Bukhari, setidaknya ada 2 penjelasan yang diajukan para ulama. Pertama, memahami secara literalis atau sesuai bunyi teks haditsnya. Kedua memahaminya secara majazi.

أَنَّ اللهَ يَعْصِمُ فِيهِ الْمُسْلِمِينَ أَوْ أَكْثَرَهُمْ فِى الْأَغْلَبِ عَنِ الْمَعَاصِى وَالْمَيْلِ إِلَى وَسْوَسَةِ الشَّيَاطِينِ وَغُرُورِهِمْ ، ذَكَرَهُ الدَّاوُدِيُّ وَالْمَهْلَبُ . وَاحْتَجَّ الْمَهْلَبُ لِقَوْلِ مَنْ جَعَلَ الْمَعْنَى عَلَى الْحَقِيقَةِ فَقَالَ : وَيَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ مَا يُذْكَرُ مِنْ تَغْلِيلِ الشَّيَاطِينِ وَمَرَدَتِهِمْ بِدُخُولِ أَهْلِ الْمَعَاصِى كُلِّهَا فِى رَمَضَانَ فِى طَاعَةِ اللهِ ، وَالتَّعَفُّفِ عَمَّا كَانُوا عَلَيْهِ مِنَ الشَّهَوَاتِ.

Pada bulan Ramadhan Allah menjaga orang-orang muslim atau mayoritas mereka secara umum dari kemaksiatan, kecenderungan untuk mengikuti bisikan dan godaan setan. Demikian sebagaimana dikemukakan oleh Ad-Dawudi dan Al-Mahlab. Al-Mahlab pun memberikan argumentasi yang mendukung kalangan yang memahami makna hadits ini dengan makna hakiki. Ia menyatakan bahwa setan terbelenggu karena para pendurhaka di bulan Ramadhan masuk ke dalam ketatatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari hawa nafsunya,”

Ini semua merupakan kemurahan Allah dalam rangka memberi kesempatan untuk menambah amal salih. Karena di luar Ramadhan mungkin lebih banyak berpikir dan melakukan hal-hal yang bersifat duniawi saja.

  1. (وَيُغْفَرُ لَهُمْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ، قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ : أَهِيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ ؟ ، قَالَ : « لاَ ، وَلَكِنَّ اْلعَامِلَ يُوَفَّى أَجْرُهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ)

Artinya: “Dan di akhir malam bulan Ramadhan Allah memberikan ampunan. Kemudian Rasul saw ditanya apakah itu malam Lailatul Qodar? Beliau menjawab: “Bukan, hanya saja bagi orang yang beramal maka akan mendapatkan pahala ketika sudah usai mengerjakannya.”

Allah mengampuni orang-orang berpuasa pada setiap akhir malam, dan itu bukan merupakan lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu hal dan ampunan Allah pada setiap akhir malam di bulan Ramadhan merupakan hal lainnya. Artinya Orang-orang berpuasa berhak mendapatkan ampunan sebagai imbalan ibadahnya kepada Allah. Sedangkan Lailatul qadar diberikan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan pilihan Allah sendiri. Maka beruntunglah mereka yang selain mendapatkan ampunan dari Allah, juga mendapatkan kebaikan lailatul qadar yang nilainya lebih tinggi dari pada kebaikan seribu bulan.

5 keistimewaan inilah yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad saw.  Tidak ada kata yang lebih pantas diucapkan kecuali rasa syukur bahwa kita semua dijadikan umat beliau.  Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dengan sebaik-baiknya sehingga kelima keistimewaan diatas dapat kita raih seluruhnya. Aamin ya rabbal alamin.

Wallahu A’lam..

2 thoughts on “5 Keistimewaan Umat Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

  • April 13, 2021 at 11:34 am
    Permalink

    Hadirr

    Reply
    • April 13, 2021 at 1:42 pm
      Permalink

      Jazakillah.. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *