Back

Pleno PPAWATI & LPA 1447 H : Wadah Pembelajaran Kepemimpinan Santri Attaqwa Putri

Pleno bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis pembelajaran kepemimpinan bagi santri. Melalui kegiatan ini, santri belajar memimpin dan dipimpin, menumbuhkan rasa tanggung jawab tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada Allah SWT.

Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Ustadzah Hj. Atiqoh Noer Alie membuka acara PLENO 1447 H

Hal tersebut ditegaskan dalam pembukaan Rangkaian Pleno I–V PPAWATI & LPA 1447 H yang dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, di Pondok Pesantren Attaqwa Putri. Dalam amanahnya, Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Ustadzah Hj. Atiqoh Noer Alie, menyampaikan bahwa PPAWATI merupakan organisasi lokal yang disiapkan untuk melahirkan pemimpin berkelas nasional hingga internasional.

Beliau menegaskan bahwa pleno menjadi sarana penting untuk evaluasi kinerja, perumusan program kerja, serta pemilihan pemimpin terbaik demi masa depan PPAWATI. Kepemimpinan, menurut beliau, harus dibangun di atas nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, bukan karena kedekatan personal, melainkan berdasarkan kelayakan dan integritas.

Lebih lanjut, seluruh peserta pleno diajak untuk aktif menyimak, mengevaluasi, mengkritisi, dan memberikan solusi secara konstruktif. Santri diingatkan agar tidak bersikap pasif, melainkan kreatif dalam menyampaikan gagasan, menanggapi kekurangan dengan sikap positif, serta menjadikan AD/ART sebagai rujukan yang terus ditelaah, dikritisi, dan dikembangkan.

Rangkaian Pleno PPAWATI & LPA 1447 H berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu, 5–7 Januari 2026. Salah satu momen paling menarik dalam rangkaian pleno ini adalah ruang aspirasi santri. Dengan penuh keberanian dan tanggung jawab, para santri menyampaikan saran, masukan, serta usulan revisi AD/ART dan program kerja tiap departemen. Dalam proses ini, santri berlatih public speaking, menyampaikan pendapat secara santun, serta mengembangkan kemampuan berargumentasi secara logis dan solutif, dengan bimbingan dan monitoring para ustadzah.

Melalui rangkaian pleno ini, diharapkan santri memperoleh bekal berharga dalam membentuk pribadi yang siap menjadi pemimpin: mampu menyuarakan kebenaran, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab atas setiap amanah. Sebab, pemimpin yang baik lahir dari proses yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.